Introduction to Continuous Carbonization Furnace Technology The continuous carbonization furnace has revolutionized biomass waste recycling, Terutama untuk bahan seperti cangkang palem, batok kelapa, dan keripik kayu. Unlike traditional batch-type furnaces, a continuous carbonization furnace allows for uninterrupted processing, improving efficiency, reducing energy consumption, and ensuring consistent product quality. How Does a Continuous Carbonization Furnace Work? A continuous carbonization furnace operates by feeding biomass material (such as palm shell) into the furnace at a controlled rate while maintaining high temperatures (typically 400–600°C). Prosesnya melibatkan: 1. Drying Stage The raw material enters the preheating zone, where moisture is removed to prepare it for carbonization. 2. Carbonization Stage Once dried, the material moves into the high-temperature zone, where pyrolysis occurs, breaking down…
Pendahuluan di mesin Weiwa, Kami berspesialisasi dalam solusi produksi arang lanjutan, Dan tungku karbonisasi berkelanjutan kami merevolusi bagaimana industri memanfaatkan limbah pertanian seperti sekam padi. Kami dengan hangat menyambut klien Indonesia untuk mengunjungi pabrik kami dan mengamati secara langsung bagaimana teknologi ini mengubah sekam padi menjadi biochar berkualitas tinggi-sumber daya berkelanjutan untuk pertanian, energi, dan lebih banyak lagi. Blog ini akan mengeksplorasi sains di balik karbonisasi berkelanjutan, Keuntungannya dibandingkan metode tradisional, Dan hasil yang mengesankan dari uji coba terbaru kami. Apa itu tungku karbonisasi berkelanjutan?Ilmu di balik karbonisasi berkelanjutan Tungku karbonisasi kontinu adalah sistem otomatis yang dirancang untuk mengonversi biomassa (MISALNYA., KULUT NAS, Kerang kelapa, keripik kayu) menjadi arang melalui pirolisis-proses dekomposisi termal di lingkungan terbatas oksigen. Tidak seperti tungku tipe batch,…




Hubungi kami untuk lebih banyak penawaran dan solusi khusus